Logo
Sistem Informasi Desa Kedungwuluh Lor

KOORDINASI DAN PERTEMUAN KELOMPOK TANI

Kedungwuluh Lor - Pada Jum’at, 3 Juli 2026, Desa Kedungwuluh Lor melaksanakan Pertemuan Kelompok Tani yang bertempat di Aula Desa Kedungwuluh Lor. Pertemuan dihadiri oleh Pemerintah Desa Kedungwuluh Lor, empat Ketua Kelompok Tani, serta masing-masing tiga anggota dari setiap kelompok tani.

Poin Utama:

Acara dibuka pada pukul 19.30 WIB dengan ucapan syukur dan doa bersama (Basmallah).

Kepala Desa menyampaikan informasi mengenai pengadaan alat pertanian oleh Pemerintah Desa berupa angkong dan mposan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pengelolaan pertanian serta pembasmian hama tikus.

  • Pada Kelompok Tani Pete Sari, kondisi lahan pertanian secara umum tidak mengalami permasalahan yang berat. Namun, petani diharapkan dapat menjaga kekompakan dalam menentukan masa tanam serta melakukan penyeragaman benih padi guna meminimalkan dampak hama dan penyakit tanaman.
  • Pada Kelompok Tani Cangkring Sari, hasil pemantauan Kepala Desa dan perangkat desa menunjukkan adanya endapan lumpur pada Saluran Sekunder Srowot yang perlu segera ditangani melalui kegiatan pengangkatan lumpur atau sedimen.
  • Pada Kelompok Tani Larangan Sari, direncanakan kegiatan penyemprotan obat pembasmi rumput secara serentak serta pentraktoran lahan pertanian. Pemerintah Desa memberikan subsidi pentraktoran sebesar Rp50.000,00 per long 10. Kegiatan tersebut memerlukan koordinator untuk mendukung kelancaran pelaksanaan. Selain itu, Kelompok Tani Larangan Sari memperoleh bantuan satu unit pompa irigasi yang akan dilaksanakan secara swakelola.
  • Pada Kelompok Tani Kedawung Sari, terdapat bantuan dua unit pompa irigasi yang akan dilaksanakan secara swakelola. Selain itu, terdapat penawaran sewa lahan pertanian dari pihak luar Desa Kedungwuluh Lor untuk wilayah Kedawung Sari.

Dalam sesi diskusi, Ketua Kelompok Tani Larangan Sari menyampaikan rencana gerakan pembangunan talud pada saluran tersier Derik atau di belakang lokasi KDMP. Salah satu alternatif penanganan kebocoran saluran adalah menggunakan kain yang dicampur dengan semen. Petani Kelompok Tani Larangan Sari juga menyetujui rencana penyemprotan massal dan pentraktoran lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Cangkring Sari menyampaikan usulan agar pengangkatan lumpur atau sedimen di Saluran Sekunder Srowot segera dilaksanakan dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Karanganyar pada hari Rabu, 8 Juli 2026 atau Kamis, 9 Juli 2026.

Sekretaris Desa menyampaikan bahwa area penyemprotan obat pembasmi rumput dan pentraktoran di wilayah Kelompok Tani Larangan Sari direncanakan seluas kurang lebih 50 bau. Untuk persiapan kegiatan, perlu dilakukan pendataan lokasi dan inventarisasi lahan pertanian di wilayah Kelompok Tani Larangan Sari.

Acara Pertemuan Kelompok Tani ditutup pada pukul 21.30 WIB dengan ucapan terima kasih dan doa penutup (Hamdallah).


Tulis Komentar